lamunan di lampu merah

saat trafic light berubah warna menjadi merah, semua kendaraan berhenti memang gak terlalu lama, tapi cukup untuk melamunkan beberapa sisi kehidupan.

nah itu yang gw lakuin pas td melewati lampu merah di salah satu persimpangan di daerah sukarame.

lamunan gw:

1. “lho, kok ini garis putih di tengah jalanny beda ya bagian sini sama sebrangnya kok gak nyambung? gimana ya cara bikin garis putih ditengah jalan ini lurus? apa bikinnya asalan aja,? tapi gak mungkin kalo asalan, masa bisa lurus gitu ngikutin jalannya,? kapanlah bikinnya? siapa coba yang nemuin, bisa bener nemuin garis putih buat rambu2 lalu lintas.”

itu tadi lamunan pertama, dan ternyata lampun masih merah, akhirnya gw lanjut ke lamunan ke 2

2. “eh iy, kalo suster kan kalo nyapanya “pagi sus” ato “terima kasih sus” gitu kan ya, nah kalo suster yang cowo, nyapanya gmn? masa dipanggil suster juga? panggilan “sus” kan kedengarannya lebih feminim, jd gmn gw harus manggilnya? panggil mas gitu? masa gak ada bedanya, sama tukang bakso, kuli dan lainnya?”

dan gw pun tersadar dari lamunan gw karena bunyi klakson kendaraan lain dibelakang gw yg sudah tidak sabar ingin jalan, karena memang lampunya sudah hijau. dan lamunan gw tadi masih jadi misterii, belum ada jawaban atas pertanyaan-pertanyaan gw tadi. mungkin suatu saat gw akan menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan gw td, yah kita lihat saja, hanya waktu yang bisa menjawab.
so, apa lamunan kalian saat lampu merah?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s